7 Wisata yang ada di kota Palembang

7 Wisata yang ada di kota Palembang

Indonesia dianugerahi keragaman budaya yang menarik. Tak hanya itu, keindahan alamnya yang merata di setiap provinsinya. Tak kalah dengan Bali dan Lombok, Palembang pun juga mempunya tempat pariwisata yang begitu menarik Palembang adalah salah satu tempat wisata terlaris di Pulau Sumatera. Selain banyak wisata alam yang bisa kamu kunjungi, di Palembang juga banyak tempat wisata religi dan tempat wisata bersejarah. Soalnya, Palembang punya banyak tempat yang menjadi saksi penjajahan Belanda, kedatangan warga Tionghoa, dan penyebaran agama Islam di Indonesia.  Kekayaan ragam budaya dan wisata di kota ini lah yang membuat Palembang menjadi salah satu lokasi digelarnya Pesta Olah Raga terbesar di ASIA, yaitu ASIAN GAMES 2018. Yuk, lihat ada wisata Palembang yang keren-keren. 

Ada deretan wisata Palembang yang sayang jika dilewatkan begitu saja. Kota ini tak hanya punya pempek yang menjadi andalan, wisata lengkap dari alam, waterpark, hingga kuliner juga merupakan daya tarik dari Palembang.Yuk, lihat ada wisata palembang yang keren-keren.


1.Jembatan Ampera dan Sungai Musi


Jembatan Ampera dan Sungai Musi

Mulanya, Jembatan Ampera yang memiliki panjang 1.177 meter dan lebar 22 meter ini dinamakan Jembatan Bung Karno. Pemberian nama tersebut ditujukan sebagai bentuk penghargaan kepada Soekarno yang sudah memperjuangkan keinginan warga Palembang yang menginginkan sebuah jembatan di atas Sungai Musi. Namun, Bung Karno tidak setuju dengan pemberian nama tersebut. Makan, jembatan itu dinamakan Jembatan Ampera, sesuai fungsinya yaitu sebagai Amanat penderitaan Rakyat (slogan bangsa Indonesia tahun 1960-an). Sungai Musi sendiri adalah sungai terpanjang di Sumatera yang membelah Palembang menjadi dua bagian. Dulunya Sungai Musi adalah sarana transportasi utama. Di tepiannya, terdapat beberapa obyek wisata, seperti Restoran Terapung, Benteng Kuto Besak, Kampung Arab, dan lain-lain. 50 meter dari Jembatan Ampera, ada Pasar Sekanak yang merupakan pusat makanan dan souvenir, di mana kamu bisa kulineran dan beli oleh-oleh. Pasar tersebut merupakan pasar semi modern dan tradisional. Bukan hanya untuk berjualan makanan dan souvenir, tapi Pasar Sekanak juga mengadakan pementasan seni dan budaya secara rutin. Pasar Sekanak sendiri sudah dianggap sebagai Kota Tua di Palembang.

2.Benteng Kuto Besak


Benteng Kuto Besak

bangunan keraton juga bisa ditemukan di Palembang. Namanya Benteng Kuto Besak yang kini menjadi destinasi wisata bersejarah di Sumatera Selatan. Bagian pelataran benteng ini ditata rapi dan dijadikan alun-alun oleh Pemerintah setempat. Tujuannya untuk menjadi tempat singgah baik penduduk lokal maupun wisatawan. Wisata Palembang memang kaya, ya.

3.Pulau Kemaro


Pulau Kemaro

Pulau legendaris yang satu ini terletak di tengah Sungai Musi. Di Pulau Kemaro ada sebuah kelenteng yang sering didatangi oleh umat Buddha untuk sembahyang dan berziarah. Soalnya, di sana ada makam seorang Putri Palembang, putri yang menikah dengan pangeran dari China. Sang pangeran yang tenggelam terlebih dahulu ke sungai, akhirnya disusul oleh sang putri. di Pulau Kemaro juga terdapat pagoda dengan sembilan lantai yang baru dibangun tahun 2006, juga pohon cinta. Katanya, jika kamu dan pacar mengukir nama kalian di pohon tersebut, hubungan kalian bakal berlanjut di pelaminan.

4.Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin


Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin yang didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin I ini dipengaruhi oleh tiga kebudayaan, yaitu Indonesia, Eropa, dan China. Gaya arsitektur Eropanya terlihat dari pintu gerbang masjid yang besar dan kokoh. Gaya arsitektur China terlihat dari atapnya yang mirip kelenteng dan ujung menaranya berbentuk kerucut seperti tumpeng. Di nusantara, tumpeng memiliki makna  hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan sesama manusia. Masjid ini merupakan salah satu peninggalan sultan, jadi nggak heran jika Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin dijadikan sebagai salah satu masjid nasional, serta cagar budaya di Palembang.

5.Gunung Dempo


Gunung Dempo

Gunung Dempo yang memiliki ketinggian kurang lebih 3.159 mdpl menyajikan pemandangan yang sangat indah dengan kebun teh berhektar-hektar. Uniknya, kawahnya bisa berubah warna sewaktu-waktu, kadang putih, biru, atau hijau. Di dekat Gunung Dempo terdapat Kampung Ampat, yaitu desa yang kebanyakan masyarakatnya berasal dari suku Jawa. Mereka juga menggunakan bahasa Jawa. Nggak heran jika tempat tersebut menjadi tujuan transmigrasi masyarakat Jawa.

6.Air Terjun Bidadari


Air Terjun Bidadari

Untuk bisa mencapai Air Terjun Bidadari, kamu bisa naik kendaraan bermotor selama 15 menit dari Kota Lahat. Setelah sampai di Desa Karang, kamu harus melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki melintasi kebun kopi, lalu masuk ke hutan selama 30 menit. Ada dua alternatif jalan yang bisa kamu tempuh, yaitu kamu bisa langsung menuju air terjun pertama atau kamu bisa menyusuri air terjun dari bawah. Dengan ketinggian 30 meter, keindahan Air Terjun Bidadari mampu menghipnotis para wisawatan. Di tepinya ditumbuhi pohon-pohon rindang yang membentuk sebuah goa, sehingga membuat suasananya makin teduh, apalagi banyak burung dan kupu-kupu beterbangan di sana. Akar pepohonan di sana menggantung di tepi sungai dengan indahnya. Selain pohon mahoni, tumbuh juga pohon bambu.

7.Air Terjun Lematang Indah


Air Terjun Lematang Indah

Dengan ketinggian 40 meter, Air Terjun Lematang Indah menjadi salah satu obyek wisata alam andalan di Sumatera. Tempat wisata ini sangat mudah dijangkau, soalnya berlokasi di tepi Kota Pagar Alam, tepatnya berada di antara Kota Lahat dan Kota Pagar Alam. Keindahan panorama di Air Terjun Lematang Indah sangat memesona dengan jalanan berliku-liku dan tikungan yang tajam. Untuk mencapai dasar Air Terjun Lematang Indah, tersedia tangga yang bisa digunakan untuk naik dan turun. Di sebelah kiri dan kanan tangga turun terdapat beberapa tempat duduk untuk istirahat dan warung untuk mengganjal perut.

Semoga bisa menambah pengetahuan anda bagi para pembaca, terima ksih.

Comments