5 Objek wisata yang ada di Tanjung Pinang
Tanjung Pinang adalah sebuah daerah yang mengalami perubahan status begitu dinamis sejak zaman dahulu. Berulang kali daerah ini berubah status mulai dari pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga, ibukota kabupaten Riau Kepulauan, hingga pernah juga menjadi ibukota provinsi Riau sampai akhirnya ditetapkan menjadi sebuah kota administratif dan menjadi ibukota dari provinsi Kepulauan Riau. Ibukota provinsi Kepulauan Riau ini adalah salah satu daerah yang amat sangat penting bagi Indonesia pasalnya di sana lahir cikal bakal bahasa persatuan Bahasa Indonesia yaitu Bahasa Melayu. Selain Tanjung pinang merupakan ibukota Propinsi Kepulauan Riau, ternyata Tanjung pinang ini juga memiliki banyak tempat-tempat wisata yang bernuansa alam yang tak kalah dengan wisata bandung, Jogja ataupun kota besar lainnya. Jika Anda punya rencana untuk berlibur ke Kota Tanjung pinang, Itu merupakan suatu rencana yang tepat, karena Tanjung pinang menawarkan cukup banyak wisata pilihan yang layak untuk Anda dikunjungi.
Untuk memudahkan Anda menemukan tempat wisata di Tanjung pinang yang paling indah dan di rekomendasikan untuk dikunjungi. berikut kami ulas secara singkat 5 Objek Wisata di Tanjung pinang Terbaru yang Paling Direkomendasikan:
Objek ini adalah tempat wisata yang sangat terkenal di provinsi Kepulauan Riau. Meski posisinya tidak masuk dalam wilayah kota Tanjungpinang namun pantai ini layak untuk dikunjungi karena masih berada satu pulau dengan ibukota provinsi ini yaitu di pulau Bintan. Adalah pantai Trikora yang terletak di desa Malang Rapat, kecamatan Gunung Kijang, kabupaten Bintan. Jaraknya dari kota Tanjungpinang sekitar 45 km dan bisa ditempuh selama kurang lebih satu setengah jam. Pantai Trikora memiliki karakteristik pantai yang mirip dengan pantai-pantai di Belitung yaitu terdapat kumpulan batuan granit yang mempercantik pemandangan. Pantai ini juga mempunyai garis yang panjang, pasir putih serta air yang jernih. Di sekitar pantai telah tersedia pula pondok-pondok dengan berbagai ukuran yang disewakan untuk wisatawan yang membutuhkan tempat berteduh.
Tempat wisata di tanjung pinang yang satu ini bisa dikatakan merupakan salah satu destinasi wisata budaya di indonesia yang cukup berharga. Masjid yang satu ini merupakan salah satu lambang dan peninggalan dari keberadaan Kesultanan Johor. Melihat dari bobot sejarah dan keunikannya, maka Masjid yang satu ini telah dijadikan sebagai salah satu cagar budaya yang sangat di lindungi. Keunikan dari masjid ini adalah salah satu bahan yang digunakan untuk membangunnya sangat unik. Salah satu bahan pembuat masjid yang dipercayai oleh masyarakat adalah campuran dari putih telur. Masjid yang satu ini merupakan salah satu peninggalan penting dari kerajaan Riau – Lingga. Pada awal pembangunannya masjid yang satu ini hanya berupa bangunan dengan berdinding kayu dan berlantai batu bata saja. Namun, semakin lama jamaah yang menggunakan masjid ini semakin banyak, sehingga dibutuhkan perubahan bentuk dan pelebaran. Masjid yang kini di dominasi oleh warna kuning cerah dan hijau ini memang masih digunakan untuk tempat ibadah. Perubahan bentuk pertama dari Masjid ini sendiri dilakukan oleh Sultan Kerajaan Riau-Lingga yaitu Yang Dipertuan Muda Raja Abdurrahman. Jika kita memasuki Masjid yang satu ini, maka kita bisa melihat beberapa benda bersejarah yang sangat dijaga dengan baik. Bisa dikatakan bahwa selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan ini juga berfungsi sebagai museum yang cukup menarik untuk di kunjungi. Namun, jika kita berkunjung di kawasan ini kita akan sangat dilarang mengambil foto suasana di dalam Masjid. Jika kalian datang berkunjung ke Tanjung Pinang, maka sempatkan waktu untuk berkunjung ke masjid ini.
Kawasan wisata di Tanjung Pinang yang satu ini merupakan salah satu kawasan yang cukup unik dan menarik. Pada dasarnya kawasan ini merupakan jalan atau lingkungan yang tepat berada di tepi laut. Dari kawasan ini kita bisa menikmati pemandangan Samudra Hindia yang mempesona. Selain itu kita juga bisa menikmati keindahan sunset terindah di Indonesia melalui kawasan ini. Jika kita perhatikan secara seksama, selain menjadi kawasan wisata pantai yang menyenangkan. Lokasi dari tepi laut ini juga menjadi salah satu tujuan wisata kuliner di Kepulauan Riau yang sangat terkenal. Jika kita berkunjung ke lokasi ini maka kita akan bisa menikmati beragam jenis menu kuliner khas Kepulauan riau yang nikmat dan enak. Kawasan wisata yang satu ini bisa diaktakan cukup panjang, terbentang mulai Jalan H.Agus Salim menuju Jalan Hang Tuah hingga ke Jalan SM.Amin atau Jalan Samudera. Bisa dikatakan bahwa kawasan ini memiliki kemiripan dengan jalan malioboro yang menjadi kawasan tempat wisata di Jogja.
Danau Biru Bintan begitulah sebutan dari danau buatan di area pertambangan pasir di Pulau Bintan. Danau ini menampilkan genangan air yang berwarna biru layaknya Danau Kaolin di Bangka atau bahkan seperti Blue Lagoon di Iceland. Danau Biru ini bisa traveler jumpai dengan berkendara dari Tajungpinang selama kurang lebih 20-30 menit. Ada dua rute yang bisa diambil pertama lewat jalur menuju Pantai Trikora dan yang kedua mengambil jalan menuju arah Kijang/Bandara. Tidak perlu membayar tiket masuk ke tempat ini sebab Danau Biru Bintan bukan tempat wisata komersil melainkan area tambang pasir yang hingga kini masih aktif.
Karena jarak kota Tanjungpinang dan kabupaten Bintan yang tidak terlalu jauh maka saat liburan di ibukota provinsi Kepulauan Riau ini bisa dimanfaatkan sekalian untuk menjelajahi kabupaten Bintan. Salah satu pilihan wisata adventure adalah dengan datang ke Bukit Panglong. Bukit Panglong pada masanya dikenal sebagai salah satu bukit yang cukup tinggi. Karena potensinya yang besar dalam menyimpan batuan granit, bukit ini pun dijadikan area tambang. Dalam kurun waktu yang lama bukit tersebut dibom untuk ditambang batu dan pasirnya hingga menyisakan kawah sedalam 50 meter yang lambat laun terisi air dan menjadi danau berwarna biru yang menawan. Pemkab setempat bahkan telah berencana untuk mengembangkan kawasan ini sebagai sumber air bersih sekaligus tujuan rekreasi.
Semoga bermanfaat, terima kasih.





Comments
Post a Comment